Skip to main content

Perbedaan Ciri Kambing Dengan Domba


Bagi sebagian masyarakat luas umumnya menganggap kambing dan domba adalah hewan yang sama namun cuma berbeda namanya. Anggapan tersebut jelas salah, karena selain berbeda nama juga berbeda karakteristiknya. Meskipun sering dianggap sama namun dari nama latin sudah berbeda, yakni kambing (Capra Hirpus) sedangkan domba (Ovis Aries). Banyak orang yang menyebutkan bahwa daging kambing dan domba adalah daging yang sama. Kambing dan domba adalah dua hewan yang terkadang dagingnya disalahartikan sehingga membuat keraguan.
Ada beberapa ciri yang membedakan kambing dengan domba. Berikut beberapa cirinya :
  1. Ciri fisik
       Bulu kambing itu lurus dan biasanya tidak perlu dicukur, sedangkan domba memiliki bulu yang keriting, lebih tebal (gembel), dan biasanyan perlu dicukur bila sudah lebat. Perbedaan lainnya terlihat pada telinga, telinga pada kambing terjungkai ke bawah dan panjang sedangkan telinga domba menegak ke atas. Kambing jantan memiliki jenggot sementara domba tidak memiliki jenggot. Kambing memiliki kelenjar bau yang berada di bawah ekornya sehingga kambing memiliki aroma yang lebih menyengat dibanding domba. Selain itu, tanduk yang dimiliki kambing dan domba berbeda. Kambing memiliki tanduk yang mengarah keatas atau kesampinh sedangkan tanduk domba melengkung , namun tidak semua domba memiliki tanduk
  1. Karakteristik
       Domba memiliki karakteristik lebih suka bergerombol, sedangkan kambing lebih suka menyendiri. Dari cara makan, kambing biasanya lebih suka memakan daun-daun segar dan memakannya agak berdiri, sedangkan domba lebih menyukai rerumputan segar, mencari rumput yang pendek dipermukaan tanah.

berikut tabel perbedaan kambing dan domba :
Karakteristik
Kambing
Domba
     1. Genetika
a. Jumlah Kromosom
60
56
b. Kelenjar suborbitalis (Kelenjar Bawah Mata)
Tidak ada
Ada (menghasilkan air mata)
c. Kelenjar intergigitalis (kelenjar dicelah kuku)
Tidak ada
Ada (menghasilkan bau yang khas)
d. Kelenjar pada pangkal tanduk
Ada (menghasilkan bau prengus)
Tidak ada
    2. Fenotipe (tampilan luar)
a.  Ekor
Mengarah keatas
Terkulai kebawah
b. Daun telinga
Pendek-panjang
Ramping (Sangat kecil-sedang)
c. tipe bulu
Pendek lurus
Gembel, wol, dan panjang
d. Warna bulu
- Satu macam (putih, hitam, merah/coklat,
- Campuran beberapa warna
- satu macam (putih, hitam, merah/coklat)
- campuran beberapa warna, umumnya dominan putih
e.  tanduk
- tidak ada
- ada, panjang lurus, melengkung
- tidak ada
- ada, panjang, melengkung, melingkar
f. kesukaan terhadap pakan
Dedaunan
Rumput
g. jenggot
Jantan ada
Tidak ada

      Dari berbagai perbedaan kambing dan domba diatas seharusnya kita akan memahami bahwa kambing maupun domba memiliki kekhasan masing-masing. Namun jikalau sudah dalam bentuk daging akan lebih sulit dalam membedakan, tapi salah satu caranya dengan mencium bau daging. Bau daging kambing lebih prengus ketimbang bau daging domba. Namun jika sudah dalam bentuk olahan itu sudah sangat sulit untuk dibedakan antara daging kambing maupun domba.
Sekian pembahasan mengenai perbedaan kambing dan domba semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

PERSYARATAN KANDANG TERNAK YANG BAIK

                                                 Dalam usaha peternakan baik tradisional maupun secara intensif perlu adanya kandang yang menjadi tempat berlindung maupun tempat tinggal hewan ternak. kandang merupakan komponen dalam sapta usaha peternakan, yang menjadi wajib dimiliki bagi peternak yang akan menjalankan usaha bidang peternakan. dengan adanya kandang peternak jadi lebih mudah dalam mengelola usahanya.        Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai faktor-faktor apa yang mempengaruhi dalam pemilihan kandang, bagaimana bentuk atau tipenya, persyaratan apa yang perlu diperhatikan dalam membangun atau merancang, bagaimana konstruksi bangunan kandang yang baik, dan berapa kebutuhan luas kandang untuk masing-masing ternak.                           ...

Ciri - Ciri, Keunggulan, dan Karakteristik Sapi Simental atau Sapi Metal

Mengenal Sapi Simental, Sapi Unggulan Yang Digemari Peternak Sapi simental merupakan salah satu jenis sapi unggulan yang banya diternakkan di Indonesia. Selain dapat mencapai bobot tubuh 500 kg hingga 1 ton lebih jenis sapi ini juga memiliki pertumbuhan yang baik dan mudah beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Banyak sekali saat ini jenis sapi simental digunakan menjadi indukan dengan disilangkan dengan sapi lokal laiinya karena keunggulannya tersebut. Sapi simental atau para peternak lokal sering menyebutnya dengan sapi metal memiliki karakteristik yang jinak sehingga lebih mudah ketika dipelihara. Sapi jenis pedaging ini populer dikalangan peternak yang bertujuan untuk menjual daging sapi. Harga bibit atau anakan dari sapi simental ini relatif mahal terutama jika berasal dari indukan yang baik dan unggul. Proses perawatan indukan sapi simental juga lebih mudah karena sapi ini jinak dan tidak terlalu banyak menyulitkan peternak dalam pemeliharaannya. Sapi jenis simental sebenarnya ...

Mengenal Standar FCR Ayam Broiler Yang Baik Dan Tepat

Standar FCR Ayam Broiler Hai Sobat Seneng Ternak ketika kita dalam menjalankan usaha peternakan tentu kita mengetahui pengeluaran terbesar berada pada pengeluaran pakan . Sehingga perlu diketahui berapa banyak pakan yang dikonsumsi yang mampu untuk meningkatkan bobot tubuh dari ayam broiler itu sendiri. Pengecekan bobot tubuh ayam broiler secara rutin perlu dilakukan agar dapat mengontrol konsumsi pakan yang diberikan agar tidak terjadi pembengkakan pakan terhadap ayam broiler untuk mendapatkan bobot tubuh yang diinginkan Pengecekan pemberian pakan yang diberikan terhadap   bobot tubuh   ayam broiler merupakan salah satu cara mengetahui tingkat produktivitas ayam broiler. Hal tersebut dapat disebut dengan istilah FCR (Feed Convertion Ratio).   1. Apa itu FCR ayam broiler? FCR atau Feed Convertion Ratio   merupakan perbandingan antara jumlah pakan yang digunakan dengan jumlah bobot ayam broiler yang dihasilkan. Semakin kecil nilai FCR menunjukkan kondisi usaha t...